Kucing Ternyata Bisa Saling Kenali Lewat Bau Pipisnya, Penasaran? Ini Rahasianya
Kucing kecil imut yang seringkali menjadi hewan peliharaan ternyata memiliki sejumlah fakta menarik yang jarang manusia tahu.
SUKAMUDA.co.id – Pernah penasaran kenapa kucing suka banget mengendus bekas pipis kucing lain? Ternyata, ada alasan ilmiahnya. Kucing ternyata bisa mengenali kucing lain lewat aroma air kencingnya. Para ilmuwan bahkan baru saja menemukan "pesan rahasia" yang membuat kemampuan tersebut bisa terjadi.
Dikutip dari laman Live Science, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa aroma khas setiap kucing dipengaruhi oleh kelompok senyawa kimia bernama asam lemak rantai bercabang atau branched-chain fatty acids (BFA/BCFA). Senyawa inilah yang diduga membantu menciptakan semacam "sidik jari kimia" yang berbeda pada setiap kucing.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology pada 19 Agustus 2026 itu juga menemukan bahwa senyawa tersebut tersimpan dalam tetesan lemak di bagian luar ginjal atau korteks ginjal kucing. Tetesan lemak ini diduga berfungsi seperti "gudang" yang membantu menjaga aroma khas setiap kucing tetap konsisten.
Baca Juga: 5 Negara Terbaik yang Wajib Masuk Bucket List Pemburu Aurora Borealis
Kok bisa kucing mengenali temannya dari pipis?
Para peneliti mengamati perilaku flehmen, yaitu ketika kucing membuka mulut sedikit setelah mencium aroma tertentu. Kalau kamu pernah melihat kucing mengendus sesuatu lalu memasang ekspresi seperti sedang "bingung", bisa jadi itu adalah respons flehmen.
Perilaku ini membantu kucing membawa zat kimia tertentu menuju organ vomeronasal, bagian tubuh yang berperan dalam mendeteksi feromon dan berbagai sinyal kimia.
Dalam penelitian tersebut, kucing menunjukkan respons flehmen lebih jarang ketika berulang kali mencium sampel urine dari kucing yang sama. Namun, ketika diperkenalkan dengan urine dari kucing yang berbeda, respons tersebut kembali meningkat.
Artinya, kucing diduga bukan cuma mencium bau, tetapi juga mengingat dan membedakan aroma dari kucing yang berbeda.
Setiap kucing punya "sidik jari" aroma sendiri
Para peneliti kemudian memisahkan berbagai komponen dalam urine kucing untuk mengetahui zat mana yang paling menarik perhatian kucing.
Hasilnya, kucing secara konsisten menunjukkan respons flehmen ketika mencium bagian yang mengandung asam lemak rantai bercabang.
Menariknya, komposisi senyawa tersebut ternyata berbeda antara satu kucing dengan kucing lainnya. Komposisinya juga relatif stabil dan dapat tetap memberikan informasi identitas setelah urine ditinggalkan selama setidaknya satu hari.
Jadi, bisa dibilang setiap kucing punya semacam "kartu nama" atau "sidik jari" kimia yang ikut terbawa melalui urine.
Rahasianya ternyata ada di ginjal
Hal yang lebih menarik ditemukan ketika peneliti mencari sumber senyawa tersebut. Mereka menemukan asam lemak rantai bercabang dalam tetesan lemak di korteks ginjal kucing.
Tetesan lemak ini sebenarnya sudah diketahui keberadaannya selama lebih dari satu abad. Namun, fungsi pastinya selama ini belum benar-benar jelas.
Baca Juga: 5 Hewan dengan Jumlah Kaki Terbanyak di Dunia, Ada yang Memiliki 15.000 Kaki!
Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan menduga tetesan tersebut berfungsi sebagai tempat penyimpanan senyawa yang membantu menjaga profil aroma khas setiap kucing tetap stabil.
Dengan begitu, perubahan jangka pendek seperti pola makan atau kondisi kesehatan mungkin tidak langsung mengubah "identitas aroma" yang dikeluarkan melalui urine.
Bukan cuma kucing rumahan
Yang menarik, senyawa serupa dan tetesan lemak di ginjal juga ditemukan pada beberapa anggota keluarga kucing lainnya, termasuk singa dan harimau.
Namun, jenis dan jumlah senyawa tersebut berbeda antarspesies. Para peneliti menduga sistem ini kemungkinan mengalami perubahan dan perkembangan selama evolusi keluarga kucing.
Penelitian ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Para ilmuwan selanjutnya ingin mengetahui bagaimana tetesan lemak di ginjal tersebut terbentuk, dipertahankan, dan kemudian berhubungan dengan pelepasan senyawa ke dalam urine.
Baca Juga: Benarkah Jus Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan Ilmiah dan Cara Konsumsinya
Mereka juga tertarik mengetahui apakah gangguan pada proses tersebut memiliki kaitan dengan penyakit ginjal kronis pada kucing. Namun, hal ini masih menjadi pertanyaan untuk penelitian berikutnya, bukan kesimpulan dari studi ini.
Jadi, kalau kucing kamu tiba-tiba sibuk mengendus bekas pipis kucing lain, ternyata mereka mungkin sedang "membaca kartu identitas" lewat aroma.