Sinyal Gelombang Rahasia: Bagaimana Eksperimen Sains Radio Menyelamatkan Proklamasi Kemerdekaan 1945

Oleh Sri Wahyuni · · science

Sinyal Gelombang Rahasia: Bagaimana Eksperimen Sains Radio Menyelamatkan Proklamasi Kemerdekaan 1945

Peristiwa pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 menghadapi ancaman isolasi berita akibat penyegelan studio siaran Hoso Kyoku oleh tentara Jepang. Namun, melalui penguasaan sains terapan dan rekayasa elektronika, para teknisi dan pemuda pribumi berhasil merakit pemancar

SUKAMUDA.co.id - Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tidak serta-merta langsung diketahui oleh publik luas dan dunia internasional.


Pasca-pembacaan teks oleh Soekarno, pihak tentara pendudukan Jepang melakukan penyegelan ketat terhadap studio siaran Hoso Kyoku di Jakarta guna membungkam berita kemerdekaan tersebut.


Namun, blokade informasi itu berhasil dijebol berkat keberanian dan pemahaman sains terapan para teknisi serta pemuda Indonesia.


Memanfaatkan komponen elektronika bekas yang diselundupkan secara rahasia, para teknisi merakit pemancar radio darurat secara tersembunyi.


Mereka menerapkan prinsip fisika gelombang elektromagnetik pada frekuensi gelombang pendek (shortwave).


Sifat fisik gelombang pendek yang mampu memantul di lapisan ionosfer bumi memungkinkan sinyal frekuensi radio merambat sangat jauh hingga menembus batas geografis benua.


Hasilnya, pada malam hari tanggal 17 Agustus 1945, sinyal kode Morse dan siaran suara berita Proklamasi berhasil ditangkap oleh stasiun penerima di Australia, Singapura, hingga Amerika Serikat.


Inovasi sains radio terapan ini terbukti menjadi instrumen diplomasi vital yang menyelamatkan legitimasi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di tingkat global.


Sumber: Kemenag NTT dan Berbagai Sumber


Baca di SukaMuda