Benarkah Jus Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan Ilmiah dan Cara Konsumsinya
Jus nanas kerap dipercaya dapat meredakan batuk berkat kandungan bromelain. Namun, benarkah klaim tersebut didukung penelitian? Simak manfaat, cara konsumsi yang tepat, dan kapan harus memeriksakan diri ke dokter.
SUKAMUDA.co.id - Minum jus nanas saat sedang batuk sering kali menjadi salah satu saran yang beredar di masyarakat. Banyak yang meyakini minuman ini dapat membantu meredakan batuk sekaligus mengencerkan dahak berkat kandungan bromelain, enzim alami yang terdapat pada buah nanas.
Lantas, apakah anggapan tersebut benar secara ilmiah?
Kandungan Bromelain dalam Nanas
Bromelain merupakan kelompok enzim pemecah protein yang ditemukan pada batang dan buah nanas. Selama ini, bromelain banyak dipasarkan sebagai suplemen untuk membantu mengatasi berbagai kondisi, seperti sinusitis hingga pembengkakan setelah tindakan medis. Namun, bukti ilmiah yang mendukung manfaat tersebut masih terbatas.
Sejumlah penelitian juga mencoba mengkaji efektivitas bromelain dalam meredakan batuk. Salah satunya melibatkan anak-anak berusia 2 hingga 15 tahun yang mengalami batuk iritatif akut. Penelitian tersebut membandingkan pemberian kombinasi ekstrak Ananas comosus (nanas) dan madu dengan pemberian madu saja.
Hasilnya menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami perbaikan batuk yang hampir sama. Artinya, belum dapat dipastikan bahwa bromelain menjadi faktor utama yang membantu meredakan batuk. Peneliti justru menilai madu kemungkinan memiliki peran lebih besar dalam memperbaiki gejala batuk dan membantu mengencerkan lendir.
Bolehkah Minum Jus Nanas Saat Batuk?
Secara umum, tidak ada larangan mengonsumsi jus nanas saat batuk selama tidak memperburuk kondisi yang dialami. Jus nanas dapat menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama ketika tenggorokan terasa kering atau nafsu makan menurun akibat sakit.
Agar manfaatnya lebih optimal, sebaiknya pilih nanas segar tanpa tambahan gula, sirup, atau pemanis lainnya. Konsumsi juga dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan. Bagi sebagian orang, jus nanas dingin dapat memberikan sensasi nyaman pada tenggorokan yang gatal. Namun, kandungan asam pada nanas justru bisa memicu rasa perih pada orang lain.
Baca Juga: Mengapa Daun Kaktus Berubah Menjadi Duri? Ini 6 Fakta Ilmiah yang Jarang Diketahui
Mereka yang memiliki riwayat GERD atau penyakit asam lambung juga perlu berhati-hati. Jika setelah mengonsumsi jus nanas muncul keluhan seperti dada terasa panas, suara serak, batuk semakin parah, atau muncul rasa asam di mulut, sebaiknya hentikan konsumsi karena gejala tersebut dapat dipicu oleh refluks asam lambung.
Cara yang Lebih Terbukti Meredakan Batuk
Pada kasus batuk akibat infeksi virus ringan, langkah sederhana seperti memperbanyak minum air putih, beristirahat cukup, menjaga kelembapan udara, serta menghindari asap rokok dan polusi udara dapat membantu mempercepat pemulihan.
Jika ingin menggunakan bahan alami, madu memiliki bukti ilmiah yang lebih kuat dibandingkan jus nanas. Sejumlah penelitian menunjukkan madu dapat membantu mengurangi frekuensi batuk, terutama pada malam hari, sekaligus meningkatkan kualitas tidur pada anak. Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah satu tahun karena berisiko menyebabkan botulisme.
Sumber: dari berbagai sumber