6 Ciri Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi yang Perlu Dikenali Orangtua

Oleh Muhammad Farhan Al Rasyid · · health

6 Ciri Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi yang Perlu Dikenali Orangtua

Kenali 6 tanda penyakit jantung bawaan pada bayi, mulai dari bibir kebiruan, napas cepat, mudah lelah saat menyusu, hingga berat badan sulit naik.

SUKAMUDA.co.id - Pada sebagian bayi yang mengalami penyakit jantung bawaan (PJB), aktivitas menyusu dapat menjadi tantangan yang cukup berat. Bayi mungkin baru mengisap selama beberapa menit, tetapi sudah bernapas lebih cepat, berkeringat di bagian dahi, kemudian berhenti karena merasa lelah.


PJB merupakan kondisi ketika terdapat kelainan pada struktur atau perkembangan jantung yang sudah terjadi sejak bayi berada di dalam kandungan. Tingkat keparahannya dapat berbeda-beda. Ada kelainan ringan yang hampir tidak menimbulkan tanda tertentu, tetapi ada pula PJB kritis yang dapat memengaruhi kadar oksigen maupun aliran darah sehingga membutuhkan penanganan sejak awal kehidupan. Bahkan, sebagian bayi dengan kelainan jantung dapat terlihat tanpa gejala pada periode awal.


Baca Juga: Catat, Ini Pertolongan Pertama saat Mengalami Cedera setelah Olahraga


1. Bibir atau lidah berubah menjadi biru atau keabu-abuan

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah sianosis, yaitu perubahan warna kulit atau jaringan menjadi kebiruan maupun keabu-abuan akibat rendahnya kadar oksigen dalam darah. Pada bayi dengan jenis PJB tertentu, perubahan warna dapat terlihat pada bibir, lidah, atau bagian dalam mulut. Dalam kondisi seperti tetralogy of Fallot, warna kebiruan dapat muncul atau semakin jelas ketika bayi menangis maupun sedang menyusu.


Meski demikian, tangan dan kaki bayi yang sesekali terlihat kebiruan belum tentu menandakan adanya gangguan jantung. Kondisi tersebut dapat terjadi pada bayi baru lahir akibat penyempitan pembuluh darah di bagian perifer dan dikenal sebagai akrosianosis.


Baca Juga: 5 Mitos Membakar Lemak yang Masih Banyak Dipercaya, Jangan Keliru!


2. Napas cepat atau tampak kesulitan bernapas

Bayi dengan PJB dapat menunjukkan pola napas yang lebih cepat dibandingkan biasanya. Mereka juga mungkin terlihat terengah-engah atau menggunakan tenaga lebih besar untuk bernapas. Salah satu penyebabnya adalah aliran darah menuju paru-paru yang terlalu banyak akibat kelainan jantung tertentu. Kondisi tersebut membuat jantung bekerja lebih keras dan menyebabkan sirkulasi darah berlebih di paru-paru atau pulmonary overcirculation.


3. Mudah lelah saat menyusu

Menyusu merupakan aktivitas yang membutuhkan tenaga cukup besar bagi bayi dan dilakukan berulang kali setiap hari. Oleh sebab itu, gangguan jantung terkadang justru lebih mudah terlihat ketika bayi sedang menyusu. Bayi mungkin hanya mengisap sebentar sebelum berhenti untuk mengambil napas. Ada pula yang membutuhkan waktu sangat lama untuk menghabiskan susu atau bahkan tertidur sebelum kebutuhan nutrisinya terpenuhi.


Baca Juga: Jarang Ganti Sikat Gigi? Ini 5 Dampak yang Bisa Mengganggu Kesehatan Mulut


4. Banyak berkeringat ketika menyusu

Keringat berlebihan ketika menyusu, terutama di area kepala dan dahi, dapat menjadi salah satu tanda bahwa jantung bekerja lebih keras dari normal. Pada bayi yang mengalami gagal jantung, beberapa gejala yang dapat muncul antara lain napas cepat, denyut jantung meningkat, kesulitan bernapas saat menyusu, hingga keringat berlebihan ketika mendapatkan asupan makanan.


5. Berat badan sulit bertambah

Bayi dengan PJB mungkin terlihat sering menyusu, tetapi pertambahan berat badannya berlangsung lambat atau tidak sesuai harapan. Kondisi ini dapat terjadi karena dua faktor. Pertama, bayi tidak mendapatkan asupan kalori yang cukup karena terlalu cepat kelelahan ketika menyusu. Kedua, kebutuhan energi tubuh meningkat karena jantung dan sistem pernapasan harus bekerja lebih keras.


Baca Juga: Kenapa Makan Terlalu Cepat Bikin Perut Kembung? Ini Penjelasannya


6. Bayi tampak sangat lemas atau mengantuk

Jenis PJB kritis tertentu dapat menyebabkan kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh berkurang. Akibatnya, bayi dapat terlihat sangat lemas atau lebih banyak mengantuk dibandingkan biasanya. Tanda lain yang mungkin muncul antara lain kulit terlihat pucat, abu-abu atau kebiruan, denyut nadi terasa lemah, tangan dan kaki dingin, kesulitan menyusu, hingga kondisi tubuh yang semakin lemah.

Sumber: dari berbagai sumber

Baca di SukaMuda