5 Mitos Membakar Lemak yang Masih Banyak Dipercaya, Jangan Keliru!

Oleh Muhammad Farhan Al Rasyid · · health

5 Mitos Membakar Lemak yang Masih Banyak Dipercaya, Jangan Keliru!

Kenali 5 mitos membakar lemak yang masih banyak dipercaya, mulai dari anggapan banyak berkeringat hingga makan malam. Simak fakta sebenarnya agar diet lebih efektif dan tepat.

SUKAMUDA.co.id - Menurunkan lemak tubuh menjadi salah satu tujuan yang sering dilakukan untuk mendapatkan kondisi tubuh yang lebih sehat. Namun, banyak informasi mengenai cara membakar lemak beredar di media sosial dan tidak semuanya berdasarkan fakta. Akibatnya, sebagian orang justru mengikuti metode yang kurang tepat karena menganggapnya dapat mempercepat penurunan lemak.


Padahal, proses pembakaran lemak berkaitan dengan cara tubuh menggunakan energi dan telah banyak dipelajari melalui ilmu gizi serta fisiologi olahraga. Dengan memahami fakta yang benar, strategi menurunkan lemak tubuh dapat dilakukan secara lebih efektif dan aman.

Berikut lima mitos tentang cara membakar lemak yang masih sering dipercaya.


Baca Juga: Diet Ketat Bikin Sehat? Kenali Bedanya dengan Gaya Hidup Sehat


1. Semakin banyak berkeringat, semakin banyak lemak terbakar

Banyak orang menganggap keringat yang keluar dalam jumlah besar merupakan tanda bahwa tubuh sedang membakar lebih banyak lemak. Anggapan tersebut biasanya muncul karena berat badan terasa turun setelah berolahraga atau melakukan aktivitas di tempat yang panas.


Padahal, keringat merupakan mekanisme tubuh untuk mengatur suhu. Banyaknya keringat yang keluar tidak dapat dijadikan patokan jumlah lemak yang terbakar. Berat badan yang turun setelah berkeringat umumnya terjadi akibat berkurangnya cairan tubuh dan dapat kembali setelah seseorang memenuhi kebutuhan cairannya.


Pembakaran lemak lebih berkaitan dengan keseimbangan energi dalam jangka panjang. Ketika energi yang digunakan tubuh lebih besar daripada energi yang diperoleh dari makanan secara konsisten, tubuh akan menggunakan cadangan energi, termasuk lemak.


Baca Juga: 5 Tips Rutin Olahraga di Tengah Kesibukan, Biar Gak Gampang Mager


2. Latihan perut bisa menghilangkan lemak di perut

Sit-up, crunch, dan plank memang dapat membantu memperkuat otot perut. Namun, melakukan latihan tersebut tidak berarti lemak akan hilang secara khusus hanya dari bagian perut. Istilah spot reduction atau penurunan lemak pada area tubuh tertentu telah banyak diteliti. Tubuh tidak secara sederhana memilih satu bagian tubuh tertentu untuk dibakar lemaknya ketika membutuhkan energi. Distribusi dan penggunaan lemak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik, hormon, serta kondisi setiap individu.


Karena itu, mengurangi lemak di sekitar perut membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh melalui pola makan yang sesuai, aktivitas fisik rutin, dan latihan kekuatan. Latihan otot perut tetap bermanfaat untuk membangun kekuatan inti, tetapi tidak secara otomatis menghilangkan lemak yang menutupinya.


Baca Juga: Kram Betis Saat Lari? Ini Cara Mengatasi dan Mencegahnya dengan Tepat


3. Hanya olahraga kardio yang efektif membakar lemak

Lari, bersepeda, berenang, dan berbagai latihan kardio lainnya memang dapat meningkatkan pengeluaran energi. Namun, menganggap kardio sebagai satu-satunya jenis olahraga untuk membantu mengurangi lemak merupakan anggapan yang keliru.


Latihan kekuatan juga memiliki peran penting, terutama dalam mempertahankan massa otot selama proses penurunan berat badan. Latihan dengan beban maupun berat badan sendiri dapat membantu menjaga bahkan meningkatkan massa otot.


Massa otot juga berhubungan dengan kebutuhan energi tubuh. Selain itu, latihan kekuatan dapat meningkatkan pengeluaran energi setelah olahraga melalui fenomena yang dikenal sebagai excess post-exercise oxygen consumption (EPOC). Karena itu, mengombinasikan latihan kardio dan latihan kekuatan dapat menjadi strategi yang lebih komprehensif dibandingkan hanya mengandalkan salah satunya.


Baca Juga: 5 Penyebab Stamina Lari Tak Kunjung Meningkat Meski Rutin Berlari


4. Makan malam otomatis membuat lemak menumpuk

Makan pada malam hari masih sering dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya lemak tubuh. Padahal, tubuh tetap membutuhkan dan menggunakan energi ketika seseorang sedang tidur atau beristirahat.


Fungsi seperti bernapas, mempertahankan suhu tubuh, menjalankan organ, dan memperbaiki jaringan tetap membutuhkan energi sepanjang waktu. Oleh sebab itu, waktu makan bukan satu-satunya faktor yang menentukan perubahan berat badan.


Jumlah energi yang dikonsumsi dan kualitas makanan dalam keseluruhan hari memiliki peran yang lebih besar. Makan malam dengan porsi yang sesuai tidak otomatis menyebabkan lemak tubuh bertambah.


Sebaliknya, konsumsi makanan secara berlebihan pada waktu apa pun dapat menyebabkan surplus energi apabila berlangsung terus-menerus. Karena itu, memperhatikan porsi, kualitas makanan, dan kebutuhan energi harian jauh lebih penting daripada sekadar menghindari makan setelah jam tertentu.


Sumber: dari berbagai sumber


Baca di SukaMuda