Alasan Helm Motor Tak Bisa Dipakai Selamanya, Meski Jarang Digunakan

Oleh Muhammad Farhan Al Rasyid · · otomotif

Alasan Helm Motor Tak Bisa Dipakai Selamanya, Meski Jarang Digunakan

Helm motor memiliki usia pakai dan kualitas material yang dapat menurun seiring waktu. Kenali tiga alasan helm perlu diganti, mulai dari material yang menua hingga dampak benturan dan kondisi penyimpanan.

SUKAMUDA.co.id - Helm bukan perlengkapan berkendara yang dapat digunakan tanpa batas waktu. Walaupun bagian luarnya masih terlihat bagus dan helm jarang digunakan, material di dalamnya tetap bisa mengalami penurunan kualitas seiring bertambahnya usia.


Hal ini sering tidak disadari karena kerusakan pada bagian dalam helm belum tentu terlihat secara kasatmata. Padahal, tingkat perlindungan helm sangat dipengaruhi oleh kondisi lapisan pelindung, busa, bantalan, hingga komponen lainnya.


Baca Juga: Mobil Listrik Boleh Parkir Paralel? Kenali Risiko dan Cara Merawatnya


1. Material pelindung helm dapat mengalami penurunan kualitas

Bagian dalam helm dilengkapi lapisan yang berfungsi menyerap energi ketika terjadi benturan. Seiring waktu, material tersebut dapat mengalami perubahan akibat paparan panas, kelembapan, sinar ultraviolet, maupun cara penyimpanan.


Penurunan kualitas material tetap dapat terjadi meskipun helm tidak digunakan setiap hari. Busa dan bantalan di bagian dalam juga berpotensi berubah bentuk atau kehilangan elastisitas. Akibatnya, helm yang sebelumnya terasa pas di kepala bisa menjadi lebih longgar. Kondisi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap kenyamanan, tetapi juga dapat membuat posisi helm kurang optimal ketika terjadi benturan.


Baca Juga: Judul: 5 Mobil JDM Ikonik yang Cocok Buat Anak Muda


2. Helm yang jarang digunakan tetap bisa mengalami penurunan kualitas

Sebagian orang mungkin menganggap helm yang lebih sering disimpan akan bertahan lebih lama. Padahal, usia helm tetap berjalan meskipun frekuensi penggunaannya rendah. Paparan suhu tinggi, kelembapan, dan sinar matahari selama penyimpanan dapat memengaruhi kondisi material. Oleh sebab itu, helm sebaiknya tetap diperiksa secara rutin.


Perhatikan beberapa tanda seperti retakan, perubahan bentuk, material yang mulai rapuh, tali pengikat yang rusak, hingga kondisi lapisan bagian dalam. Jika helm pernah mengalami benturan keras, sebaiknya pertimbangkan untuk segera menggantinya meskipun tidak terdapat kerusakan yang terlihat.


Baca Juga: Punya SIM Bukan Berarti Siap Nyetir Sendiri, Kenali 3 Tandanya


3. Usia dan riwayat penggunaan perlu diperhatikan

Setiap produsen helm dapat memiliki rekomendasi usia penggunaan yang berbeda. Karena itu, pemilik sebaiknya memeriksa informasi mengenai masa pakai melalui panduan atau keterangan resmi dari produsen.


Penggantian helm tidak hanya ditentukan berdasarkan usia, tetapi juga kondisi dan riwayat penggunaannya. Helm yang pernah terlibat dalam kecelakaan atau mengalami benturan keras sebaiknya diganti meskipun bagian luarnya masih terlihat normal. Lapisan penyerap benturan bisa saja mengalami kerusakan setelah benturan dan kerusakan tersebut belum tentu dapat diketahui hanya dengan melihat kondisi luar helm.


Sumber: dari berbagai sumber

Baca di SukaMuda