Rekomendasi 10 Film Indonesia Bertema Kemerdekaan, Cocok Ditonton Saat 17 Agustus
Merayakan Hari Kemerdekaan tak hanya dengan upacara dan perlombaan, tetapi juga bisa melalui film. Simak 10 rekomendasi film Indonesia bertema kemerdekaan yang menghadirkan kisah perjuangan, sejarah, dan semangat nasionalisme untuk ditonton saat 17 Agustus.
SUKAMUDA.co.id - Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus menjadi momen untuk kembali mengenang perjalanan panjang bangsa dalam memperjuangkan kebebasan. Selain mengikuti upacara dan berbagai perlombaan khas 17 Agustus, menonton film bertema sejarah dan perjuangan juga bisa menjadi kegiatan menarik untuk mengisi waktu bersama keluarga maupun teman.
Film Indonesia memiliki banyak cerita yang menggambarkan perjuangan dari berbagai sudut pandang. Ada yang mengambil latar saat penjajahan, masa menjelang Proklamasi, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, hingga kisah tokoh yang berkontribusi melalui pendidikan, tulisan, dan pergerakan nasional.
Tidak semua film bertema kemerdekaan harus menampilkan adegan peperangan. Beberapa di antaranya justru memperlihatkan bagaimana masyarakat memperjuangkan kebebasan melalui pemikiran, pendidikan, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama. Cerita seperti ini juga dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari perjalanan panjang dan pengorbanan banyak orang.
Baca Juga: Duta Patah Hati: Hwang In Youp Kembali dalam Drama Romance Dream to You
Bagi kamu yang ingin menghabiskan libur 17 Agustus dengan tontonan yang tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki nilai sejarah, berikut 10 rekomendasi film Indonesia bertema kemerdekaan lengkap dengan tahun rilis dan sinopsisnya.
1. Kadet 1947 (2021)
Kadet 1947 menjadi salah satu pilihan yang tepat jika ingin menyaksikan cerita tentang perjuangan Indonesia setelah Proklamasi. Film yang dirilis pada 2021 ini mengambil latar ketika Indonesia masih harus menghadapi ancaman Belanda yang berusaha kembali menguasai wilayah Indonesia.
Cerita berfokus pada sekelompok kadet Angkatan Udara yang masih muda. Dalam situasi yang penuh tekanan, mereka harus menjalankan tugas penting meskipun pengalaman dan kemampuan mereka masih terbatas.
Selain aksi dan suasana peperangan, film ini juga memperlihatkan persahabatan serta keberanian anak-anak muda yang rela mengambil risiko demi mempertahankan negaranya. Kisah tersebut membuat Kadet 1947 menarik untuk ditonton saat memperingati kemerdekaan.
2. De Oost (2020)
De Oost atau The East merupakan film drama sejarah yang dirilis pada 2020. Film ini mengambil latar periode konflik Indonesia dan Belanda setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Cerita mengikuti seorang tentara muda Belanda yang dikirim ke Indonesia. Sesampainya di Indonesia, ia terlibat dalam operasi militer dan mulai melihat secara langsung situasi yang terjadi di tengah konflik.
Seiring berjalannya cerita, tokoh utama menghadapi berbagai pilihan sulit yang membuatnya mempertanyakan tugas dan tindakan yang harus dilakukan. Film ini memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai periode revolusi Indonesia.
3. Buya Hamka & Siti Raham Vol. 1 (2023)
Dirilis pada 2023, Buya Hamka & Siti Raham Vol. 1 mengangkat kisah kehidupan Buya Hamka, salah satu tokoh penting dalam bidang agama, sastra, dan pendidikan di Indonesia.
Film ini tidak berfokus pada peperangan. Ceritanya justru menunjukkan perjuangan Hamka melalui tulisan, dakwah, dan pemikiran yang ia sampaikan kepada masyarakat.
Kehidupan Hamka bersama istrinya, Siti Raham, juga menjadi bagian penting dalam film. Penonton dapat melihat bagaimana keluarga menjadi salah satu sumber kekuatan ketika Hamka menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya.
4. Buya Hamka & Siti Raham Vol. 2 (2023)
Masih dirilis pada 2023, Buya Hamka & Siti Raham Vol. 2 melanjutkan perjalanan kehidupan Buya Hamka pada fase yang berbeda.
Baca Juga: Lirik Lagu “Honk” Girl Band no-na, Teaser MV Tampilkan Angkot Sukabumi
Kisahnya memperlihatkan kehidupan Hamka setelah Indonesia memasuki masa kemerdekaan. Di tengah perubahan yang terjadi di masyarakat, ia harus menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, keluarga, serta perannya sebagai tokoh publik.
Film ini cocok bagi penonton yang menyukai drama biografi dengan latar sejarah Indonesia. Ceritanya juga memperlihatkan bahwa perjalanan bangsa setelah merdeka masih diwarnai berbagai tantangan.
5. Perburuan (2019)
Meskipun dirilis pada 2019, Perburuan tetap menarik dimasukkan dalam daftar tontonan bertema kemerdekaan karena ceritanya mengambil latar menjelang Proklamasi.
Film ini mengikuti Hardo, seorang mantan anggota PETA yang kembali ke kampung halamannya setelah melakukan pemberontakan terhadap Jepang. Namun, kepulangannya justru membuat dirinya berada dalam situasi yang berbahaya.
Hardo harus bersembunyi dan menghadapi orang-orang yang memburunya. Ceritanya dikemas dengan suasana tegang sehingga penonton dapat merasakan gambaran keadaan Indonesia menjelang kemerdekaan.
6. Bumi Manusia (2019)
Bumi Manusia merupakan film yang dirilis pada 2019 dan diadaptasi dari novel terkenal karya Pramoedya Ananta Toer. Cerita berpusat pada Minke, seorang pemuda pribumi yang memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan pada masa kolonial. Kehidupannya berubah setelah bertemu dengan Annelies dan keluarganya.
Melalui perjalanan Minke, film ini memperlihatkan ketimpangan sosial dan perlakuan berbeda berdasarkan latar belakang seseorang pada masa penjajahan. Dari pengalaman tersebut, Minke mulai memahami kondisi masyarakat dan semakin berani menyuarakan pemikirannya.
Baca Juga: Review Drakor Agen Kim Reactivated, Sukses Meraih Rating Tertinggi
Walaupun tidak menceritakan Proklamasi, Bumi Manusia dapat menjadi pilihan karena menggambarkan kehidupan masyarakat sebelum Indonesia merdeka.
7. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018)
Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta dirilis pada 2018 dan mengambil latar masa Kesultanan Mataram. Film ini mengisahkan Sultan Agung yang harus menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin sekaligus menghadapi ancaman VOC. Konflik perebutan kekuasaan dan peperangan menjadi bagian dari perjalanan tokoh utama.
Selain perjuangan melawan kekuatan asing, film ini juga memasukkan unsur hubungan keluarga dan percintaan. Dengan latar sejarah kerajaan Indonesia, film tersebut dapat menjadi pilihan bagi penonton yang menyukai cerita perjuangan dengan skala peperangan yang lebih besar.
8. Kartini (2017)
Film Kartini dirilis pada 2017 dan mengangkat kisah salah satu tokoh perempuan paling dikenal dalam sejarah Indonesia.
Cerita berfokus pada kehidupan R.A. Kartini yang tumbuh dalam lingkungan dengan berbagai aturan sosial. Meskipun memiliki keterbatasan, Kartini mempunyai keinginan kuat untuk memperoleh pendidikan dan memperluas wawasan.
Ia kemudian berusaha memperjuangkan gagasannya mengenai pendidikan dan kesempatan bagi perempuan. Film ini memperlihatkan bahwa perjuangan tidak selalu harus dilakukan di medan perang. Keberanian untuk menyuarakan pemikiran dan membuka kesempatan bagi generasi berikutnya juga merupakan bentuk perjuangan.
9. Battle of Surabaya (2015)
Battle of Surabaya merupakan film animasi Indonesia yang dirilis pada 2015. Ceritanya mengambil latar Pertempuran Surabaya pada November 1945, tidak lama setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Tokoh utamanya adalah Musa, seorang remaja yang menjalani kehidupan sebagai penyemir sepatu sekaligus kurir bagi para pejuang. Dalam situasi perang yang semakin panas, Musa terlibat dalam berbagai peristiwa yang membawanya ke tengah perjuangan.
Penggunaan animasi membuat cerita sejarah ini terasa lebih mudah dinikmati, khususnya bagi penonton muda. Film ini juga memperlihatkan bahwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengambil peran.
10. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)
Guru Bangsa: Tjokroaminoto dirilis pada 2015 dan mengangkat kisah HOS Tjokroaminoto, salah satu tokoh penting dalam pergerakan nasional Indonesia.
Film ini mengambil latar ketika Indonesia masih berada di bawah pemerintahan kolonial. Tjokroaminoto digambarkan sebagai sosok yang berani menyuarakan perubahan dan memperjuangkan kehidupan masyarakat pribumi.
Menariknya, film ini tidak hanya membahas kehidupan seorang tokoh, tetapi juga memperlihatkan suasana pergerakan nasional yang mulai berkembang. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan menuju kemerdekaan sudah dimulai jauh sebelum Proklamasi 1945.
Baca Juga: 15 Lagu Estetik untuk Foto Instagram, Bikin Feed Kamu Makin Aesthetic
Jadi, Film Mana yang Cocok Ditonton Saat 17 Agustus?. Dari sepuluh rekomendasi tersebut, Kadet 1947 bisa menjadi pilihan bagi kamu yang menyukai film dengan nuansa aksi dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Sementara itu, Battle of Surabaya cocok bagi yang ingin menyaksikan kisah sejarah dalam bentuk animasi.
Jika lebih tertarik pada kisah tokoh dan perjuangan melalui pendidikan maupun pemikiran, Buya Hamka & Siti Raham, Kartini, dan Guru Bangsa: Tjokroaminoto dapat menjadi pilihan.
Sementara itu, De Oost, Perburuan, dan Bumi Manusia menawarkan cerita yang lebih serius tentang kehidupan masyarakat pada masa penjajahan dan revolusi.
Menonton film bertema sejarah saat 17 Agustus bisa menjadi cara sederhana untuk mengisi Hari Kemerdekaan. Selain mendapatkan hiburan, penonton juga diajak mengenal kembali berbagai cerita tentang perjuangan, keberanian, dan pengorbanan yang menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan.
Sumber: dari berbagai sumber