Micro-Walk: Jalan Kaki Singkat Ternyata Bisa Bakar Energi Lebih Banyak, Ini Penjelasannya

Oleh Muhammad Farhan Al Rasyid · · health

Micro-Walk: Jalan Kaki Singkat Ternyata Bisa Bakar Energi Lebih Banyak, Ini Penjelasannya

Studi terbaru mengungkap aktivitas jalan kaki singkat atau micro-walk memiliki kebutuhan energi yang berbeda. Simak penjelasan dan faktanya.

SUKAMUDA.co.id - Beranjak dari kursi kerja, berjalan menuju dapur atau pantry untuk mengambil air minum, kemudian kembali duduk mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa detik. Aktivitas sesingkat itu biasanya dianggap terlalu ringan untuk dikategorikan sebagai olahraga. Namun, kebiasaan berjalan dalam durasi pendek seperti ini kini mulai dikenal dengan istilah micro-walk.


Fenomena tersebut menjadi perhatian setelah sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the Royal Society B menemukan bahwa tubuh memiliki respons energi yang berbeda ketika seseorang berjalan dalam durasi sangat singkat dibandingkan saat berjalan secara terus-menerus.


Dalam penelitian tersebut, sebanyak 10 orang dewasa sehat diminta melakukan aktivitas berjalan menggunakan treadmill dan stair climber. Durasi setiap aktivitas dibuat bervariasi, mulai dari 10 detik hingga empat menit. Para peneliti kemudian memantau konsumsi oksigen para peserta untuk mengetahui seberapa besar energi yang digunakan tubuh selama melakukan aktivitas tersebut.


Baca Juga: Sehat Sambil Seru-seruan, Ini Manfaat Ikut Lomba 17 Agustus untuk Kesehatan


Mengapa Jalan Kaki Singkat Membutuhkan Energi Lebih Besar?

Ketika seseorang mulai berjalan, tubuh tidak serta-merta berada dalam kondisi kerja yang stabil. Ada proses penyesuaian yang harus dilakukan sejak tubuh berpindah dari kondisi diam menuju aktivitas fisik.

Pada fase awal tersebut, otot mulai berkontraksi dan membutuhkan tambahan energi. Sistem pernapasan, kardiovaskular, serta proses metabolisme juga harus meningkatkan aktivitasnya agar mampu memenuhi kebutuhan tubuh selama bergerak.


Proses transisi dari istirahat menuju aktivitas inilah yang membuat kebutuhan energi pada awal berjalan relatif lebih tinggi. Artinya, aktivitas berjalan dalam durasi beberapa detik dapat membutuhkan energi yang lebih besar jika dibandingkan dengan kondisi ketika tubuh sudah mencapai keadaan stabil setelah berjalan selama beberapa menit.


Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti bahwa berjalan selama beberapa detik lebih efektif daripada olahraga dalam membakar kalori. Penelitian micro-walk hanya melibatkan 10 orang dewasa sehat dan dilakukan dalam kondisi laboratorium dengan fokus pada respons metabolik tubuh.


Baca Juga: Insomnia Era Gen Z: Scrolling Sampai Lupa Waktu? Gara-Gara “5 Menit Lagi”, Jam Tidur Jadi Berantakan


Studi tersebut juga tidak dirancang untuk membuktikan bahwa berjalan selama 10 detik mampu menurunkan berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung, memperpanjang usia, atau memberikan manfaat kesehatan yang setara dengan aktivitas olahraga dalam durasi lebih panjang.


Jika dilihat dari total energi yang dikeluarkan, berjalan selama 30 menit tetap menghasilkan pengeluaran energi yang jauh lebih besar dibandingkan berjalan selama beberapa detik. Dengan demikian, manfaat utama micro-walk bukan terletak pada kemampuannya menggantikan olahraga. Aktivitas singkat ini lebih tepat dipandang sebagai cara sederhana untuk membuat tubuh tetap aktif di tengah rutinitas sehari-hari sekaligus mengurangi kebiasaan duduk dalam waktu lama.


Orang dewasa tetap dianjurkan melakukan aktivitas aerobik dengan intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit setiap minggu atau aktivitas dengan intensitas berat dalam durasi yang setara. Selain itu, mengurangi waktu yang dihabiskan dalam kondisi kurang bergerak atau sedenter juga menjadi bagian penting dari gaya hidup aktif.


Baca Juga: Benarkah Mandi Malam Menyebabkan Rematik? Ini Penjelasan Medisnya


Jadi, jangan menganggap remeh kesempatan untuk berdiri dan berjalan meskipun hanya memiliki waktu 10 atau 30 detik. Bangkit dari kursi, berjalan mengambil air, atau bergerak sebentar di sela pekerjaan tetap menjadi bagian dari kebiasaan aktif.


Namun, micro-walk sebaiknya dipahami sebagai tambahan aktivitas fisik harian, bukan sebagai pengganti olahraga yang dilakukan secara rutin.


Sumber: dari berbagai sumber

Baca di SukaMuda