Limbah Domba Jadi Manfaat, PKM IPB Kenalkan Budidaya Ikan, Moina, dan Cacing ANC di Sukabumi
Dari Kotoran Domba Jadi Cuan, IPB University Ajarkan Warga Sukabumi Budidaya Ikan Bioflok.
SUKAMUDA.co.id - Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) IPB University melalui Sekolah Lapang bertajuk “Dari Limbah Menjadi Manfaat” mengenalkan pemanfaatan limbah peternakan untuk mendukung kegiatan perikanan kepada Kelompok Kahartos, Desa Sudajaya Girang, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini menjadi upaya mengintegrasikan sektor peternakan dan perikanan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang bernilai guna dan ekonomi.
Kegiatan yang melibatkan dosen bidang perikanan Dian Eka Ramadhani, S.Pi., M.Si., bersama mahasiswa Adam Lutfi Asidqi Y S, Nesa Ridho Rusmana, dan Pasha Deva Saputra, dilaksanakan secara bertahap sejak 28 Juni hingga 3 Agustus 2026.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan budidaya ikan nila merah menggunakan sistem bioflok, budidaya moina atau kutu air sebagai pakan alami ikan, serta budidaya cacing ANC (African Night Crawler) dengan memanfaatkan kotoran domba.
Penerapan budidaya ikan dilakukan menggunakan kolam terpal berbentuk bulat berdiameter 1,5 meter dengan tinggi 1,2 meter. Sistem bioflok menggunakan EM4, dan molase, serta didukung empat titik aerasi. Sebanyak 300 ekor ikan nila merah berukuran 7–9 cm kemudian ditebar ke dalam kolam.
Selain budidaya ikan, kotoran domba juga diperkenalkan sebagai bahan organik untuk mendukung budidaya moina dan cacing ANC. Menurut tim, pemanfaatan tersebut dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah sekaligus menghasilkan pakan alami yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Dian Eka Ramadhani, S.Pi., M.Si., selaku dosen bidang perikanan, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan teknologi budidaya, tetapi juga menunjukkan bagaimana peternakan dan perikanan dapat dikembangkan secara terpadu.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah peternakan tidak selalu menjadi masalah. Dengan pengelolaan yang tepat, kotoran domba dapat dimanfaatkan untuk mendukung budidaya organisme pakan dan pada akhirnya menunjang kegiatan perikanan. Harapannya, teknologi yang diperkenalkan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran langsung di masyarakat. Keterlibatan dalam proses pemasangan kolam, persiapan media, penebaran ikan dan moina, hingga monitoring memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu perikanan sekaligus memahami kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
Baca Juga: Mahasiswa: Keberhasilan MBG Harus Diukur Dampaknya bagi Kesejahteraan Rakyat
“Melalui kegiatan ini kami belajar bahwa penerapan teknologi di lapangan harus menyesuaikan dengan sumber daya dan kebutuhan masyarakat. Kami juga mendapatkan pengalaman bagaimana ilmu yang dipelajari dapat memberikan solusi sederhana yang bisa diterapkan secara langsung,” ungkap mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan.
Sementara itu, Kelompok Kahartos menyambut positif kegiatan Sekolah Lapang tersebut. Para peternak mengaku mendapatkan wawasan baru bahwa kotoran domba yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal ternyata dapat digunakan sebagai bagian dari kegiatan budidaya.
Menurut kelompok, pengetahuan mengenai budidaya ikan dengan sistem bioflok, moina, dan cacing ANC memberikan alternatif baru yang berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan produktif. Mereka berharap keterampilan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk membantu meningkatkan perekonomian anggota kelompok.
Tahap monitoring dilakukan pada 3 Agustus 2026 bersama pengelola peternakan. Tim melakukan pengecekan kondisi ikan dan kolam, pemberian pakan, pemeriksaan perkembangan moina dan cacing ANC, serta pemberian probiotik dan molase. Tim juga melakukan pengecekan dan perbaikan pada bagian kolam yang mengalami kendala.
Melalui kegiatan ini, PKM IPB University mendorong pemanfaatan limbah peternakan sebagai bagian dari sistem usaha terpadu yang menghubungkan peternakan, perikanan, dan pengelolaan limbah. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap pengenalan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Sudajaya Girang.
Dari limbah menjadi manfaat, dari peternakan menuju peluang usaha perikanan.