Benarkah Mandi Malam Menyebabkan Rematik? Ini Penjelasan Medisnya
Mandi malam sering dikaitkan dengan risiko rematik. Benarkah anggapan tersebut? Simak penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan kaitan mandi malam dengan rematik.
SUKAMUDA.co.id - Sejak kecil, banyak orang mungkin pernah mendengar nasihat orang tua agar tidak mandi terlalu malam. Bahkan, mandi malam atau keramas setelah matahari terbenam sering dianggap bisa menyebabkan rematik. Anggapan tersebut sudah lama beredar dan menjadi salah satu mitos kesehatan yang cukup populer di masyarakat.
Namun, ketika memasuki usia dewasa, aktivitas pekerjaan terkadang membuat seseorang baru tiba di rumah pada malam hari. Mandi pun menjadi kebutuhan yang sulit dihindari. Lantas, apakah kebiasaan mandi malam benar-benar dapat menyebabkan rematik? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Sehat yang Wajib Dicoba Anak Muda, Biar Nggak Cuma Produktif tapi Juga Sehat
1. Rematik sebenarnya merupakan istilah untuk berbagai jenis penyakit
Banyak orang menganggap rematik sebagai satu jenis penyakit tertentu. Padahal, istilah rematik mencakup kelompok penyakit yang dapat menyerang persendian maupun jaringan ikat dalam sistem muskuloskeletal.
Dilansir dari Johnson & Johnson, terdapat sekitar 200 jenis penyakit yang termasuk dalam kelompok rematik. Masing-masing memiliki penyebab dan dampak yang berbeda. Dua jenis yang cukup umum adalah osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.
Osteoarthritis merupakan salah satu bentuk rematik yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang berfungsi melindungi ujung tulang mengalami kerusakan atau penipisan. Penyakit tersebut dapat menyerang berbagai sendi, tetapi lebih sering ditemukan pada tangan, lutut, pinggul, dan tulang belakang.
Sementara itu, rheumatoid arthritis merupakan penyakit kronis yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun justru menyerang jaringan tubuh sendiri, terutama lapisan sendi. Akibatnya, penderita dapat mengalami peradangan, pembengkakan, nyeri, hingga kerusakan sendi secara bertahap.
2. Nyeri dan kaku pada sendi menjadi beberapa gejala rematik
Rematik terkadang sulit dikenali karena sejumlah gejalanya mirip dengan gangguan kesehatan lainnya. Meski demikian, beberapa tanda umum dapat menjadi perhatian, seperti mudah merasa lelah, munculnya peradangan dan pembengkakan pada sendi, kemerahan, serta rasa hangat pada bagian yang mengalami masalah.
Penderita juga dapat merasakan pegal dan nyeri pada persendian. Kekakuan pada satu atau beberapa sendi juga cukup umum terjadi, terutama setelah bangun tidur atau terlalu lama berada dalam posisi duduk maupun berbaring.
Pada kondisi tertentu, rasa sakit dapat semakin terasa setelah melakukan aktivitas fisik atau olahraga dengan intensitas berat. Nyeri juga dapat muncul ketika bagian persendian disentuh atau digunakan untuk bergerak.
3. Rematik tidak hanya dialami oleh orang lanjut usia
Rematik sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang tua. Memang, bertambahnya usia dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan pada persendian. Namun, rematik sebenarnya dapat dialami oleh orang dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa muda.
Baca Juga: Tak Selalu karena Berat Badan Naik, Wajah Membulat Bisa Jadi Tanda Moon Face
Selain faktor usia, terdapat sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu dalam kelompok rematik. Beberapa di antaranya adalah berat badan berlebih atau obesitas, riwayat infeksi, cedera atau trauma, kebiasaan merokok, serta paparan terhadap polutan dan bahan kimia tertentu. Pada rheumatoid arthritis, perempuan juga diketahui memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
4. Jadi, apakah mandi malam bisa menyebabkan rematik?
Lalu bagaimana dengan anggapan bahwa mandi malam menyebabkan rematik? Sejauh ini, tidak terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa mandi malam menjadi penyebab rematik. Artinya, seseorang tidak otomatis mengalami rematik hanya karena memiliki kebiasaan mandi pada malam hari. Penyakit rematik memiliki berbagai faktor risiko dan penyebab yang jauh lebih kompleks.
Meski demikian, suhu dingin memang dapat membuat keluhan pada orang yang sudah mengalami masalah persendian terasa lebih mengganggu. Air yang terlalu dingin, terutama pada malam hari ketika suhu lingkungan lebih rendah, pada sebagian orang dapat membuat sendi terasa lebih kaku atau nyeri.
Jika harus mandi pada malam hari dan memiliki keluhan pada persendian, penggunaan air hangat dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman. Namun, hal tersebut bukan berarti air hangat dapat menyembuhkan rematik.
Baca Juga: Tak Selalu karena Berat Badan Naik, Wajah Membulat Bisa Jadi Tanda Moon Face
Jadi, mitos bahwa mandi malam menyebabkan rematik tidak memiliki dasar bukti yang kuat. Mandi malam bukan penyebab langsung penyakit rematik. Meski begitu, suhu dingin dapat membuat rasa kaku atau nyeri pada orang yang memang sudah memiliki gangguan persendian terasa lebih berat. Jika nyeri, bengkak, atau kekakuan sendi berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas, sebaiknya jangan hanya mengandalkan perubahan kebiasaan mandi. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan secara tepat.
Sumber: dari berbagai sumber