Alasan Motor Matik Cuma Pakai Satu Shockbreaker, Ternyata Bukan Asal Desain

Oleh Muhammad Farhan Al Rasyid · · otomotif

Alasan Motor Matik Cuma Pakai Satu Shockbreaker, Ternyata Bukan Asal Desain

Motor matik 110-150 cc umumnya menggunakan satu shockbreaker belakang. Ternyata, desain tersebut dipilih karena mempertimbangkan biaya produksi, bobot kendaraan, kapasitas beban, hingga kemudahan perawatan.

SUKAMUDA.co.id - Penggunaan satu shockbreaker atau peredam kejut di bagian belakang sudah menjadi pemandangan yang umum pada sepeda motor matik berkapasitas 110 hingga 150 cc. Hampir sebagian besar motor di kelas tersebut menggunakan sistem suspensi tunggal, sehingga tidak sedikit pengguna yang penasaran mengenai alasan di balik keputusan desain tersebut.


Penggunaan satu shockbreaker sebenarnya telah melalui berbagai pertimbangan teknis dari para insinyur. Mulai dari efisiensi produksi, bobot kendaraan, karakteristik penggunaan, hingga kemudahan dalam perawatan menjadi beberapa faktor yang membuat sistem suspensi tunggal banyak diterapkan pada motor matik.


Baca Juga: Mobil Sering Karatan? Ini 4 Penyebab yang Wajib Diketahui


1. Menekan Biaya Produksi dan Bobot Motor

Salah satu alasan utama penggunaan satu shockbreaker adalah efisiensi biaya produksi. Dengan jumlah komponen yang lebih sedikit, produsen dapat menghemat penggunaan material sekaligus mengurangi komponen pendukung yang diperlukan dalam proses perakitan.

Selain berdampak pada biaya produksi, satu shockbreaker juga membantu mengurangi bobot kendaraan. Motor yang lebih ringan dapat memberikan sejumlah keuntungan, seperti konsumsi bahan bakar yang lebih efisien serta karakter berkendara yang lebih lincah ketika digunakan untuk melewati lalu lintas perkotaan.


Karena motor matik 110-150 cc umumnya menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan praktis dan ekonomis, efisiensi bobot menjadi salah satu aspek yang cukup penting.


Baca Juga: Jangan Asal Ganti Oli Motor atau Mobil Baru, Ini Waktu yang Tepat Menurut Pabrikan


2. Sesuai dengan Kebutuhan Beban Harian

Motor matik dengan kapasitas mesin 110 hingga 150 cc pada dasarnya dirancang sebagai kendaraan untuk mobilitas sehari-hari. Penggunaannya lebih banyak ditujukan untuk perjalanan di dalam kota, sehingga sistem suspensi yang digunakan telah disesuaikan dengan karakter jalan dan beban kendaraan.


Satu shockbreaker belakang modern telah dirancang agar mampu menopang bobot kendaraan, pengendara, serta penumpang sesuai batas kapasitas yang ditentukan pabrikan. Tingkat kekakuan dan kemampuan redamnya juga sudah diperhitungkan untuk menghadapi berbagai kondisi jalan perkotaan.


Selama motor digunakan sesuai kapasitas dan tidak dipaksa membawa muatan berlebihan, sistem suspensi tunggal umumnya sudah mampu memberikan kestabilan dan kenyamanan yang dibutuhkan.


Baca Juga: 5 Penyebab Ban Mobil Sering Kurang Angin Padahal Tidak Bocor, Jangan Langsung Ganti Ban


3. Membuat Tata Ruang Motor Lebih Praktis

Penggunaan satu shockbreaker juga memberikan keuntungan dari sisi desain dan tata letak komponen. Ruang di salah satu sisi bagian belakang motor dapat dimanfaatkan untuk menempatkan sejumlah komponen lain, termasuk sistem knalpot dan bagian pendukung roda belakang.


Konfigurasi tersebut juga dapat memudahkan mekanik ketika melakukan perawatan. Beberapa pekerjaan, seperti melepas roda belakang untuk mengganti ban atau melakukan pemeriksaan sistem pengereman, dapat dilakukan dengan ruang kerja yang lebih leluasa.


Dari sisi pemilik kendaraan, penggunaan satu unit shockbreaker juga dapat membuat biaya penggantian komponen lebih rendah dibandingkan sistem yang menggunakan dua peredam kejut. Jika komponen mengalami kerusakan, pemilik hanya perlu mengganti satu unit sesuai spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan.


Pada akhirnya, penggunaan satu shockbreaker pada motor matik 110-150 cc bukan sekadar keputusan untuk mengurangi jumlah komponen. Sistem tersebut merupakan hasil pertimbangan antara biaya produksi, bobot kendaraan, kebutuhan penggunaan sehari-hari, hingga kepraktisan dalam perawatan.

Sumber: dari berbagai sumber

Baca di SukaMuda