4 Perubahan iPhone yang Awalnya Kontroversial, Kini Malah Banyak Disukai
Beberapa fitur iPhone sempat menuai kritik saat pertama kali hadir, seperti layar besar, gestur swipe, Face ID, notch, hingga Dynamic Island. Namun, seiring waktu fitur-fitur tersebut justru diterima pengguna dan menjadi bagian penting dari perkembangan iPhone.
SUKAMUDA.co.id - Dalam perjalanan hampir dua dekade, iPhone terus menghadirkan perubahan desain dan fitur yang pada awalnya tidak selalu mendapat sambutan positif dari pengguna. Beberapa inovasi bahkan sempat menjadi bahan kritik, tetapi seiring waktu justru berhasil diterima dan menjadi bagian penting dari pengalaman menggunakan smartphone.
Pendekatan tersebut selaras dengan pemikiran Steve Jobs bahwa pengguna terkadang belum mengetahui apa yang mereka butuhkan sebelum diperkenalkan dengan sebuah inovasi. Hal serupa kemungkinan kembali terjadi jika Apple benar-benar menghadirkan iPhone lipat dan perubahan desain besar untuk memperingati 20 tahun iPhone pada 2027. Berikut beberapa fitur iPhone yang sempat menuai kritik, tetapi akhirnya justru semakin disukai pengguna.
Baca Juga: 4 Fitur TV TCL yang Wajib Diaktifkan, Bikin Nonton Film dan Main Game Makin Seru
1. Ukuran layar yang semakin besar
Pada awal kemunculannya, iPhone identik dengan layar berukuran 3,5 inci. Saat produsen smartphone Android mulai menawarkan layar yang lebih luas, Apple justru cukup lama mempertahankan ukuran layar yang relatif kecil. Perubahan mulai terlihat ketika Apple meluncurkan iPhone 5 dengan layar 4 inci. Kemudian, perusahaan memperkenalkan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus dengan ukuran masing-masing 4,7 inci dan 5,5 inci.
Perubahan tersebut sempat dianggap kurang praktis karena membuat perangkat lebih sulit digunakan dengan satu tangan. Namun, layar yang lebih luas akhirnya mendapatkan tempat di hati pengguna karena memberikan pengalaman menonton yang lebih nyaman, ruang bermain gim yang lebih lega, serta memungkinkan penggunaan baterai berkapasitas lebih besar. Kini, ukuran layar iPhone terbesar bahkan telah mencapai 6,9 inci.
Baca Juga: Mau Beli Laptop di 2026? Ini Spesifikasi yang Wajib Kamu Perhatikan
2. Sistem navigasi berbasis gestur swipe
Apple mulai meninggalkan tombol Home fisik ketika memperkenalkan iPhone X. Sebagai gantinya, pengguna harus membiasakan diri menggunakan berbagai gestur untuk kembali ke halaman utama, berpindah aplikasi, hingga mengakses Siri. Pada awalnya, perubahan tersebut membuat sebagian pengguna merasa kehilangan cara navigasi yang sudah familiar. Namun, penggunaan gestur secara bertahap menjadi standar baru dalam pengoperasian iPhone.
Apple sendiri sempat mempertahankan desain dengan Touch ID melalui iPhone SE generasi ketiga. Namun, perangkat tersebut akhirnya dihentikan dan digantikan oleh iPhone 16e pada 2025. Hal ini memperlihatkan bagaimana Apple memberikan waktu kepada pengguna untuk beradaptasi sebelum sepenuhnya meninggalkan teknologi lama.
Baca Juga: iPhone Ultra Dikabarkan Punya 2 Warna, Bocoran Desain Kamera Ikut Terungkap
3. Face ID
Kehadiran Face ID pada iPhone X juga sempat menimbulkan berbagai kekhawatiran. Sebagian pengguna menganggap sistem pengenalan wajah tersebut tidak senyaman Touch ID, sementara aspek keamanannya turut dipertanyakan. Seiring perkembangan teknologi, Face ID justru menunjukkan tingkat keamanan dan kemudahan penggunaan yang tinggi. Fitur ini tetap dapat bekerja dalam kondisi minim cahaya dan mampu digunakan ketika pengguna memiliki tangan yang basah atau kotor.
Salah satu kendala terbesar muncul ketika pandemi COVID-19 membuat banyak orang harus mengenakan masker. Apple kemudian memberikan solusi melalui pembaruan sistem yang memungkinkan pengguna membuka perangkat dengan bantuan Apple Watch. Face ID juga dirancang untuk beradaptasi terhadap perubahan penampilan pengguna. Sistem tersebut dapat mengenali wajah meskipun pengguna mengubah gaya rambut, menggunakan riasan, maupun mengalami perubahan penampilan lainnya.
Baca Juga: 5 Alasan BlackBerry dan Nokia Gagal Bangkit Meski Sudah Beralih ke Android
4. Notch dan Dynamic Island
Desain notch menjadi salah satu perubahan paling mencolok ketika Apple meluncurkan iPhone X pada 2017. Poni pada bagian atas layar digunakan sebagai tempat berbagai sensor, termasuk komponen yang dibutuhkan untuk Face ID. Desain tersebut sempat mendapat banyak kritik dan bahkan menjadi bahan olok-olok dari sejumlah kompetitor. Namun, dalam perkembangannya, konsep notch justru banyak diikuti oleh produsen smartphone lainnya.
Apple kemudian mengembangkan desain tersebut menjadi Dynamic Island pada iPhone 14 Pro. Pada awal kemunculannya, fitur ini juga dianggap hanya sebagai perubahan visual tanpa fungsi yang signifikan. Namun, Dynamic Island perlahan mendapat respons lebih positif karena mampu menampilkan berbagai informasi secara interaktif. Pengguna dapat melihat aktivitas seperti musik yang sedang diputar, proses transfer file, hingga berbagai notifikasi tanpa harus meninggalkan aplikasi yang sedang digunakan.
Sumber: dari berbagai sumber